Posts

GUgu & tiRU; Sebuah Panggilan

Image
Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Itulah simpulanku setelah menjalani (hampir) dua bulan praktek mengajar di sekolahan di daerah Magelang. Tapi sebelum kita mengkonklusikan lebih lanjut, mungkin ada baiknya kalian mengetahui mengapa aku bisa sampai di tahap ini. Kembali ke tiga tahun yang lalu, ketika aku memutuskan untuk menjadikan pendidikan bahasa jerman sebagai bidang kuliah yang akan kugeluti setelah aku menyelesaikan pendidikan menengah atasku (tak luput dengan kegalauan sebelum aku akhirnya memilih bertahan disini). Aku tahu pada akhirnya aku harus menggeluti magang mengajar; sebuah fakta yang menakutkan. Lucu sebenarnya, mengingat bahwa aku dibesarkan oleh dua orangtua yang juga merupakan tenaga pendidikan, yang satu guru dan yang lainnya dosen. Namun aku sendiri tidak tertarik sama sekali untuk terlibat mengajar dalam industri pendidikan formal. Dan hingga detik-detik terakhir sebelum praktek mengajar, aku masih tidak percaya bahwa aku harus mengajar di sekolah. ...

Laskar Srikandi

7th AYD Vlog

AYD girls squad

Kami bertemu ketika aku dan Keket sedang mencari tumpangan untuk mengikuti pembekalan ketiga bagi volunteer Asian Youth Day 2017 yang bertempat di Magelang. Lalu, kami ditawari untuk berangkat bersama lima teman lain dengan sebuah mobil. Teman baru kami ini bernama Elsa, Elin, Angel, Metta, dan Devi. Aku merasa sangat bersyukur bisa bertemu mereka dan boleh semobil dengan mereka. Berkat itu, aku punya teman baru, dan kamipun masih akrab hingga saat ini.

Home Sweet Home-Omah Organik

Welcome to my little kingdom. my home sweet home, and some words to explain how lovely it is.

Nature-My First Video

Video ini adalah karya video pertamaku. Video ini dibuat pada akhir tahun 2016, aku diajak untuk mengikuti pelatihan membuat video dengan mudah bersama dengan KOMSOS (Komisi Sosial) Keuskupan Agung Semarang. Disana aku berhasil membuat sebuah video singkat ini dengan merekam objek-objek yang ada di lingkungan gereja Pringwulung. Hope you'll like it!

Home

Mama, apa kabarmu? Aku di sini. Baik-baik saja. Baik sedih, senang, pun merindu tak kurasa. Seakan hatiku mati. Namun, ingatan akan sebuah hari yang sangat berkesan mengusik hatiku. Sebuah ingatan yang membuatku ingin bercerita kepadamu. Beberapa hari silam, aku diundang ke rumah kawanku. Tak kusangka rumahnya begitu megah dan indah melebihi ekspektasiku. Begitu besar, hingga aku mungkin dapat tersesat dalam labirinnya. Begitu besar hingga dapat menampung seluruh penduduk dari kota yang terpencil ini. Tamannya yang seluas dua puluh lapangan bola, diisi dengan berbagai macam tumbuhan dan sungai-sungai serta danau buatan. Aku iri. Sangat iri. Betapa aku ingin memiliki rumah seperti ini. Namun, pagar rumah itu begitu tinggi hingga nyaris mencakari langit. Berpuluh-puluh penjaga tersebar di setiap sudutnya. Mengawasi semua. Menjaga. Meski dia bukanlah orang penting di negeri ini. Meski dia bukanlah siapa-siapa. Mengapa dia membutuhkan semua ini? Apakah dia melihat bayangan kem...