Posts

In the Era of Bad News...

Image
     Photo by: Clara S Thank you for being a reason to still keep living, though I don't even know what for. The world is a terrible place to be an ordinary person in. Another tragedy, another injustice, another reminder that people can lose everything while those responsible carry on with their lives. And somehow, we're expected to wake up, go to work, pay our bills, and pretend everything is normal. It's hard to dream when the future feels this uncertain. What am I supposed to look forward to? A stable job, a comfortable life, a little peace of mind? Even these feel like privileges sometimes. The world is unfair, hard work doesn't guarantee anything, and being a good person doesn't mean you'll be treated well. There is so much suffering beyond our control, and I don't know how to keep caring without feeling overwhelmed by it all. Sometimes I wonder what the point of it is. What am I doing with my life? If I were to leave this world today, have I done enoug...

Tentang Sebuah Nama

Aku dipanggil dengan begitu banyak nama. Nama “Lala” terpatri dalam ingatan tentang masa kecil, nama yang dulu kueja sebagai Alal sebelum mengenal huruf dengan benar. Nama yang perlahan kutinggalkan, ketika mulai lelah menjawab candaan orang dewasa yang mencari Teletubbies merah sambil bertanya, “mana Po?” Tumbuh dewasa, aku memperkenalkan diri sebagai “Clara,” nama yang di lidah banyak orang berubah rasa, seperti kopi yang sama diseruput dengan selera berbeda. Maka lahirlah Ara, Cla, Clay, Claire empat tegukan dari satu nama yang sama. Saat hatinya dilanda sendu, ia menjelma menjadi Lara serupa sajak-sajak yang menampung air matanya. Ada pula Mbel, Dom, Lenong, Neng— julukan-julukan ajaib yang hanya bisa lahir dari sahabat paling dekat, yang setiap candanya punya cerita, dan tiap cerita menemukan namanya sendiri. Orang-orang kerap pula memanggilku Cece, nama yang melekat dari warisan tumpah darah nenek moyang, Sematan yang masih belajar untuk kupeluk dengan damai perlahan-lahan Semaki...

Sesuatu di Maluku

Image
There’s a lyric that goes, "How can I move on, when I’m still in love with you?" Begitulah rasanya hari-hari ini, berusaha berdamai dengan kenyataan bahwa aku sudah hampir enam purnama pulang dari Maluku dan memulai kisah di tempat baru. Mencoba meredam rindu, tapi bagaimana mungkin, ketika akhir-akhir ini begitu banyak hal tentang Indonesia Timur justru viral? Bak secangkir kopi tubruk, semakin lama diendapkan, semakin banyak hal yang baru aku sadari pembelajarannya sepulangnya aku dari Maluku. Aku kembali tersadar: setahun keberadaanku di sana mungkin tak banyak mengubah dunia, tapi dunia itu telah mengubahku. Menjadi Pengajar Muda bukan sekadar mengajar, tapi sebuah perjalanan yang membentuk hati. Dikirim ke Maluku, aku belajar hidup berdampingan dengan orang-orangnya, merasakan suka dan dukanya, menyaksikan privilese sekaligus kesenjangannya. Ya, mungkin memang itulah tujuan utama Indonesia Mengajar: menggerakkan hati para Pengajar Mudanya. Dan itu berhasil, setidaknya u...

Raya kala

sudah hampir tiga windu usia, bukan lagi belia, raya jadi sepi, sepi makin raya, apakah ini tanda menyenja? merayakan sepi menumbuhkan tanya "bagaimana jiwa dan hati? bahagia atau setengah gila?" "sudahkah ada cinta dan damai, serta jawab dari segala tanya?" nyatanya kadang perih juga silih pada malam malam yang putih nyatanya kadang datang kecewa ketakutan untuk mendewasa memakna kala tiga belas kedua tiga menjadi manusia berbeda yang lebih baik dari sebelumnya

Contoh Essay LPDP 2022

Menulis esai adalah salah satu kelengkapan penting dalam pendaftaran beasiswa. Sebagai scholarship hunter pemula, terkadang kita merasa bingung untuk memulai. Bagaimana caranya membuat sebuah esai? Bagaimana cara menulis esai yang baik? Berikut ini beberapa tips yang dapat kuberikan: Mulai dengan kerangka agar isi tulisan dapat terarah dan terorganisir dengan baik. G unakan kerangka analisis seperti: STAR (Situation-Task-Action-Result), SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats), AREL (Argument-Reasoning-Evidence-Link back), TOWER (Think-Outline-Write-Eliminate-Review), GROW (Goal-Reality-Options-Way forward Mindmapping              Pilih model esai yang paling sesuai dengan kebutuhan narasimu, ya! Berikan latar belakang masalah, namun jangan berlebihan.  Pemberi beasiswa lebih ingin tahu bagaimana kamu memandang dan mengatasi sebuah masalah daripada berfokus pada masalah itu sendiri, maka fokuslah kepada solusi dan apa yang akan menj...

Neverwhere

I thought I could be free someday tried my best to go out of town   Now I’m away Living a life the past me could never imagine I imagine the past me coming into my dream “Wait, do we eventually make it?” She asks I stare silently   I’m stuck Between the sun’s warmth And the breeze of winter   My mind splits between the life I never had And the life I once lived Eventually Neither is good Neither really feels like home.   … I’m stuck… GL, 07.12.22.

Literasi Indonesia; Mereka dan Kita (Bagian II)

Dalam tulisan sebelumnya, kalian sudah membaca tentang pengertian literasi dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Kali ini, aku akan merangkum berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan kemampuan literasi. Dari pemerintah: 1.  Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di tahun 2015. Awalnya hanya menyasar 6 kabupaten/kota, namun hpada 2017, kegiatan ini sudah dilaksanakan di  18 kabupaten/kota. 2. Gerakan Literasi Nasional (GLN). diprakarsai pada tahun 2016 setelah sebelumnya diawali dengan  sebelumnya. GLN  memiliki dibagi menjadi empat, yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Keluarga (GLK) dan Gerakan Literasi Bangsa (GLB). Adapun Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) dibawahi langsung oleh Ditjen PAUD dan Dikmas Kemdikbud. Hingga 2017 sudah ada 42 kabupaten/kota yang turut melakukan GLN dan  3. Kampung literasi 4. Perpustakaan Keliling   5. Gernastastaba 6. Proyek sayembara dari  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. festival literasi di...