Posts

Curhat Mahasiswi Kecil

Akhirnya setelah beberapa bulan aku menjalani kehidupan baruku di kampusku tercinta, Fakultas Berbasis Selebriti UNY... eh Fakultas Bahasa dan Seni UNY, aku dan teman-temanku UTS juga... after a long time, akhirnya aku bisa ngerasain lagi yang namanya esssssssai. Well, mungkin sih UTS nya biasa aja... namun ini juga mengungatkanku kalau aku bukan lagi maba yang beneran masih baru... bentar lagi udah tahun baru, semester baru, aku tambah tua dan pasti akan ada pengalaman baru. Tentunya hal ini harusnya disikapi dengan dewasa, dan aku tidak bisa lagi menggunakan ritme hidupku sebagai homeschoolers untuk menjalani hidupku di kampus *yaiyalah. Sebagai mahasiswa, seharusnya aku lebih rajin, lebih sibuk, belajar, serius, manajemen waktu harus lebih disiplin, dan seharusnya, kita yang mengejar dosen, dan jangan sampai dosen yang mengejar kita, seharusnya. Kenyataannya sih enggak... hahaha >.< apa mungkin efek masih mahasiswa semester satu? Namun jujur ya, meskipun baru jadi mahasis...

My Adventure-The Journey Starts Here!

Lama sekali ya aku tidak menulis di blogku ini… setelah beberapa cobaan selama UNPK C, kini aku telah lulus Paket C dan sudah lolos SBMPTN dan menjadi calon mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman UNY…   saat ini, aku sudah memiliki Kartu Tanda Mahasiswa, meskipun belum punya KTP dan SIM *wkwkwkwk. Aku juga sedang mempersiapkan diri untuk OSPEK dan sibuk belajar bahasa Jerman... menjadi mahasiswa yang lolos lewat jalur SBMPTN adalah suatu hal yang membanggakan karena dari ratusan ribu orang, aku terpilih dan berhasil lolos! Aku sangat bersyukur kepada Tuhan, meski mungkin ada sedikit rasa kecewa karena tidak lolos di sastra Jepang (yang sedang ku gandrungi), namun karena aku sangat suka bahasa, sehingga aku tidak akan terlalu mempermasalahkan di jurusan bahasa apa aku diterima. setelah aku mempelajarinya sedikit-demi sedikit... aku juga mulai menyukai bahasa Jerman!!! Dan aku yakin rencana Tuhan yang terbaik dan penuh kejutan!          ...

Mengenal Narkoba Lebih Dekat

H e i,h e i… what do you do when Valentine’s day ? Aku punya pegalaman yang kereeeeeeen banget pas 14 Februari lalu looo... pengalaman ini tentang narkoba… hah? Narkoba? Eittsss… jangan mikir yang macem macem dulu doooong… denger (eh, kan di blog ya…) baca dulu ceritanya… Sabtu, 14 Februari lalu, (A.K.A Valentine’s Day), merupakan hari yang sangat mengasyikkan. Pagi-pagi, aku pergi ke kampus papi untuk mengikuti dua “kelas” yang diadakan dalam rangka BioFair UAJY, yaitu seminar tentang TaBuLamPot (alias Tanaman Buah dalam Pot), acara ini dimulai pukul 10, dan bersama seorang narasumber  –yang konon kabarnya adalah alumni biologi UAJY– selama berada di dalam kelas ini, jujuuuuur, topik yang dibahas narasumber tidak terlalu menarik karena hanya memberikan informasi yang sangaaaat dasar bangeeet tentang TaBuLamPot, seperti bahan yang diperlukan, kelebihan dari TaBuLamPot (yang menurut narasumber mampu memperindah ruangan namun tidak membuat ruangan tersebut kotor, memberikan...

Kesepian? Enggak tuh!

"homeschool? berarti sendiri dong... kasian dong kamu, ga ada temennya" Pernyataan itu sering kudengar dari beberapa orang yang mengetahui aku homschooling. Terlebih lagi jika mereka tahu kalau aku adalah anak tunggal. Memang kenapa sih kalo aku anak tunggal? Mungkin mereka berpikir kalo hampir sepanjaaaaang hari aku ada di rumah, ga ngobrol sama siapa siapa... iya sih, mereka benar kalo aku sendirian dirumah tapi ga sepanjang hari juga. Plus, aku juga gak bener bener sendiri kok... kan ada mami di rumah. Dan lagi, aku sudah terbiasa ditinggal sendiri di rumah sejak aku masih 4 tahun... hehehe... #sombong Oke, oke, aku serius...Kebetulan, aku adalah orang yang eksplosif nan extrovert... (waduh) jadi, gampang membaur dengan lingkungan baru dan juga mudah disukai (meskipun gampang disebelin juga sih). Awalnya sih pasti ja-im, sok keren, kalem, dan ... malu malu kucing. Lama-lama sih mulai terbuka, baik hati, asyik diajak ngobrol (iya nggak ya?), dan yang jelas... malu-...

Better In Mist

                When a house is burning, who will against the fire? THE FIRE FIGHTER!!!                 In Indonesia, we can see on TV or perhaps you’ve already seen it alive, the fire fighter using their “weapons”, jet water to extinguish the fire. But… it takes a long time to extinguish the fire, especially when the fire is big. And sometimes, the furnitures in the house are broken because of the water and fire.                 Mister Fire Fighter, do you know that there is faster, easier, and less risky way to do that? Yup, it’s simple, just use a MIST!!! Our neighbour, the Singaporean, already use this method to extinguish fire in their country. Now, perhaps you may ask… how can that be? How is it work?        ...

Buaya Masuk Kampus

“Aaaaah, ada buaya dan ular!”   “Tenang, ularnya di dalam kandang kok, yang di luarpun, sudah jinak...”                 Ada apa ini? Oooh, rupanya sedang ada acara BioFair, acara tahunan yang diselenggarakan oleh fakultas biologi UAJY; disana ada berbagai macam reptil, mulai dari kura-kura, iguana, ular sampai buaya   juga ada disana. Tidak perlu takut memegang ularnya. Karena ada pawangnya, dan lagi, pawangnya ramah lho! Selain ada ular, ada juga perlombaan, kemarin (April 25, 2014) misalnya, ada perlombaan debat, dan pembuatan prakarya dari barang bekas untuk siswa SMA... unik-unik lho.. misalnya, salah satunya, kursi dari kardus bekas yang dilipat lipat, hasil karya mereka, dipajang hari ini di depan peserta lomba kuis “numero uno”. Numero uno, adalah permainan kuis yang memiliki peserta yang cukup banyak pada awalnya. Para peserta biasanya duduk di lantai, dan disediakan papan tulis kec...

Bikin Tahu Sendiri Yuk!

Kalian pasti tahu deh sama salah satu makanan yang mungkin sering tersaji di meja. Yup, Tahu... terkadang, tahu yang kumakan terasa aneh, terlalu asam, ataupun berwarna cukup “unik”. Dengan ramainya kampanye makanan sehat, tentu aku ingin sekali belajar membuat tahu... Apa kalian ingin tahu cara membuatnya??? Oke, kalian harus menyiapkan:  Kedelai, (secukupnya) rendam semalam sebelum membuat tahu  Air  Kain untuk menyaring  Ekstrak garam/cuka  Panci  Gilingan  Baskom  Wadah berlubang (misal besek)  Benda yang berbentuk serupa dari wadah sebelumnya, namun lebih kecil (untuk memadatkan tahu)  Wadah 2 (untuk menampung air)  Pemberat Nah, berikut langkah-langkahnya: 一. Setelah kedelainya direndam, pisahkan “baju” kedelai dari kedelainya 二. Selesai melepas “baju”nya, giling menggunakan gilingan, semisal blender, dicampur dengan air. Airnya jangan banyak-banyak ya, secukupnya saja, karena nanti memperlama proses pembekuan tahunya. 三. Setiap selesai memblender ke...