Posts

Raya kala

sudah hampir tiga windu usia, bukan lagi belia, raya jadi sepi, sepi makin raya, apakah ini tanda menyenja? merayakan sepi menumbuhkan tanya "bagaimana jiwa dan hati? bahagia atau setengah gila?" "sudahkah ada cinta dan damai, serta jawab dari segala tanya?" nyatanya kadang perih juga silih pada malam malam yang putih nyatanya kadang datang kecewa ketakutan untuk mendewasa memakna kala tiga belas kedua tiga menjadi manusia berbeda yang lebih baik dari sebelumnya

Contoh Essay LPDP 2022

Menulis esai adalah salah satu kelengkapan penting dalam pendaftaran beasiswa. Sebagai scholarship hunter pemula, terkadang kita merasa bingung untuk memulai. Bagaimana caranya membuat sebuah esai? Bagaimana cara menulis esai yang baik? Berikut ini beberapa tips yang dapat kuberikan: Mulai dengan kerangka agar isi tulisan dapat terarah dan terorganisir dengan baik. G unakan kerangka analisis seperti: STAR (Situation-Task-Action-Result), SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats), AREL (Argument-Reasoning-Evidence-Link back), TOWER (Think-Outline-Write-Eliminate-Review), GROW (Goal-Reality-Options-Way forward Mindmapping              Pilih model esai yang paling sesuai dengan kebutuhan narasimu, ya! Berikan latar belakang masalah, namun jangan berlebihan.  Pemberi beasiswa lebih ingin tahu bagaimana kamu memandang dan mengatasi sebuah masalah daripada berfokus pada masalah itu sendiri, maka fokuslah kepada solusi dan apa yang akan menjadi kontribusimu di masa depan. Akhiri esai

Neverwhere

I thought I could be free someday tried my best to go out of town   Now I’m away Living a life the past me could never imagine I imagine the past me coming into my dream “Wait, do we eventually make it?” She asks I stare silently   I’m stuck Between the sun’s warmth And the breeze of winter   My mind splits between the life I never had And the life I once lived Eventually Neither is good Neither really feels like home.   … I’m stuck… GL, 07.12.22.

Literasi Indonesia; Mereka dan Kita (Bagian II)

Dalam tulisan sebelumnya, kalian sudah membaca tentang pengertian literasi dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Kali ini, aku akan merangkum berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan kemampuan literasi. Dari pemerintah: 1.  Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di tahun 2015. Awalnya hanya menyasar 6 kabupaten/kota, namun hpada 2017, kegiatan ini sudah dilaksanakan di  18 kabupaten/kota. 2. Gerakan Literasi Nasional (GLN). diprakarsai pada tahun 2016 setelah sebelumnya diawali dengan  sebelumnya. GLN  memiliki dibagi menjadi empat, yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Keluarga (GLK) dan Gerakan Literasi Bangsa (GLB). Adapun Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) dibawahi langsung oleh Ditjen PAUD dan Dikmas Kemdikbud. Hingga 2017 sudah ada 42 kabupaten/kota yang turut melakukan GLN dan  3. Kampung literasi 4. Perpustakaan Keliling   5. Gernastastaba 6. Proyek sayembara dari  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. festival literasi digital jawa barat 7. Donasi Buku Di

7esen dan Generasi Literasi

Image
Beberapa waktu ini aku sedang tertarik dengan tema literasi. Menurutku, masalah literasi , terutama di Indonesia, merupakan hal penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, aku ingin menyelam lebih dalam dengan mengenali dan mengambil peran dalam literasi Indonesia. Semesta mendukung, p ada bulan April lalu ada rekrutmen untuk menjadi relawan dalam kegiatan Generasi Literasi  (GenLit) dan tanpa berpikir panjang, aku pun langsung mendaftarkan diri. Kegiatan ini akan berlangsung setiap Sabtu selama dua bulan dan diisi dengan beberapa sesi yang diisi oleh narasumber yang merupakan penggiat-penggiat literasi di Indonesia. Setelah melalui seleksi dan dinyatakan lolos, kami dibagi dalam kelompok yang terdiri dari kurang lebih enam orang dan ditemani oleh satu orang pendamping yang sukarelawan dari batch sebelumnya. Sebelum memulai kegiatan rutin, kami diminta menuliskan hal-hal yang ingin dicapai selepas kegiatan ini. Resolusi pasca-kegiatan GenLit Kelas Pertama Kegiatan yang pertama kami laku

Literasi Indonesia; Sudah Bahagia? (Bagian I)

Image
Ketika mendengar kata "literasi", mungkin makna yang langsung terpikirkan adalah "kemampuan baca dan tulis". Namun makna literasi kini telah berkembang. Saat ini literasi juga dapat diartikan sebagai " kemampuan memahami dan memproses sebuah informasi dan menuangkannya ke dalam sebuah tulisan ataupun tindakan". Ada banyak sekali m anfaat  yang bisa didapatkan ketika memiliki kemampuan literasi yang baik; mulai dari mengedukasi diri sendiri hingga mengubah taraf hidup.  Fokus literasi kemudian berkembang, di antaranya adalah  6 literasi dasar , yang terdiri dari literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial serta budaya dan kewargaan . Literasi telah eksis di Indonesia sejak zaman duhulu kala, jauh lebih lama dibandingkan kerajaan-kerajaan.  Tentu saja pada mulanya perwujudan literasi tidak seperti yang kita kenal saat ini. Dulu tanda-tanda literasi hanya berbentuk gambar ataupun simbol.  Jejak ini terekam di atas berbagai media seperti daun ata

Terbang

Seekor burung kecil berusaha untuk terbang. Bersama asap teh pagiku, aku melihatnya bahkan terlalu hijau untuk terbang sekarang. Ia terjatuh dan terjatuh, namun perlahan-lahan ia kembali bangkit, dan berusaha untuk terbang lagi. Entah apa yang dipikirkannya. Siulan-siulan burung di sekelilingnya mencemoohnya, mengejeknya. Namun, suara merdu pujian dan ucapan semangat juga terdengar diantara paduan suara itu.   Kusesap lagi tehku, sambil terbayang-bayang kehidupan baru yang kujalani ini. Sungguh sibuk, sungguh melelahkan. Namun di dalamnya, aku terus berusaha tersenyum, meski itu sangat berat. Aku tak ingin siapapun tahu sisi gelap diriku, dan duniaku; kesedihanku, ketakutanku, sifat burukku, sifat anehku, masa laluku dan hidupku. Semua itu menyedihkan dan menggelikan secara bersamaan. Dan aku menyimpannya dalam hatiku rapat-rapat. Tak ingin siapapun mengetahuinya. Tak seorangpun.   Sambil mengamati burung payah itu dalam diam, hatiku bergumam "Antoine Saint d'Exupery p