Posts

Nenek di Teras

Image
Puan bertubuh kecil itu duduk di kursi bambu di teras rumahnya. Setiap hari kebayanya semakin terasa besar, sebab tubuhnya yang semakin rapuh. Matanya sayu. Kepalanya kini telah dipenuhi dengan uban. Kaki ringkihnya perlahan membawanya menuju kursi bambu yang selalu menemani hari-harinya yang kini sepi. Suaminya telah lama tiada; anak-anaknya entah kini ada dimana. Seorang gadis muda melewati teras rumah nenek itu hampir setiap hari; melewati jalan semen gersang yang semakin gompal. Istana kecil berhias aksara jawa itu menghadirkan rasa penasaran yang teramat dalam hati gadis, membuatnya sulit untuk mengabaikan keberadaan rumah di timur jalan nan kecil itu. Semua hal tentang rumah itu mungil adanya: pagar mungil, atap mungil, pekarangan mungil, teras mungil, kursi mungil, kamar mungil. Ia ragu akan adanya keberadaan peradaban dalam rumah itu. Tak pernah sekalipun ia mendengar suara radio atau televisi dari griya itu. Melewati rumah itu, seakan ada portal waktu yang melemparnya ke ma...

New Normal

Desember 2019… Media massa mendadak gempar dengan adanya kemunculan virus baru yang menjangkiti wilayah tiongkok. Situasi yang mulanya tidak terlalu diacuhkan lantas menjadi perhatian besar dikarenakan tingginya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal dunia. Dari hari ke hari, perkembangan penelitian mengenai COVID-19, sebutan yang kini marak digunakan, menunjukkan betapa mudahnya ia tersebar baik melalui benda mati maupun udara. Lambannya Tiongkok dan negara-negara lain untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ini semakin jauh pun layaknya bom waktu; Korea, Italia, dan bahkan Indonesia. Satu per satu negara lain menemukan adanya virus tersebut dalam negara mereka. … Tiga bulan setelahnya, Tanah Air pun akhirnya memutuskan untuk melakukan pembatasan aktivitas. Tidak ada lagi orang yang boleh bepergian tanpa kepentingan jelas. Semua jenis bisnis dan kegiatan belajar menjadi terbatas. Semua orang harus beraktivitas dalam kediaman mereka. keputusan ini pun berjalan tidak ...

Pelajaran Penuh Makna dengan Metode STEAM

Ketika aku masih berkuliah di jurusan bahasa Jerman aku memiliki nilai yang tidak terlalu bagus dalam mata kuliah menulis. Dalam belajar bahasa aku lebih suka banyak berbicara. Dosen dan teman-temanku juga kadang mengatakan bahwa aku berbicara cukup lancar dan baik dalam bahasa Jerman. Hal ini juga terbukti dengan nilai mata kuliah berbicaraku yang relatif lebih baik dibandingkan dengan keterampilan bahasa lain. Beberapa kali aku sempat berpikir, bagaimana kalau aku menjadi penerjemah lisan, atau kalau dalam bahasa Jerman, disebut Dolm etscherin . Kenapa tidak ? kan aku bisa berbicara Indonesia dan Jerman dengan cukup lancar. Beberapa waktu kemudian, tepatnya di awal Februari lalu, aku mengikuti sebuah workshop pendidikan yang diselenggarakan oleh krya.id dan APRINUS. Sambil belajar, aku sekaligus diminta untuk membantu ketika acara berjalan. Karena aku merasa bahwa kegiatan ini sangat menarik dan aku dapat belajar banyak di kesempatan ini, tentu saja tanpa berpikir dua kali, ...

Berkunjung ke Noble Academy

Pada hari Sabtu, 22 Februari lalu aku berkesempatan untuk bertandang ke Noble Academy yang menyelenggarakan acara seminar mengenai Gifted. Sebelumnya, nama Noble Academy sudah beberapa kali terdengar dan aku sudah sedikit diceritakan mengenai tempat ini. Hal ini membuatku semakin ingin melihat tempat ini secara langsung. Adanya acara tersebut bagaikan pucuk dicinta ulam pun tiba. Aku dan ibuku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan tanpa ragu langsung mempersiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta!                 Kami berangkat dengan kereta malam. Sambil menunggu kereta, kami menyantap makan malam di restoran stasiun diiringi dengan lagu keroncong dan tetesan hujan yang turun dengan lebatnya di atas atap. Sesekali petir menggelegar, membuatku merasa sedikit takut. Seusai makan, kereta kami tiba. Kami pun bergegas memasuki gerbong dan mencari tempat duduk kami, karena lelah, aku langsung terlelap.  ...

2020: Hello new adventure!

Hai semua! Setelah sekian lama tidak mengisi blog ini, akhirnya aku memiliki kesempatan untuk menulis lagi. Aku berharap, semoga di tahun ini aku dapat mengisi laman ini dengan beragam tulisan baru. Barangkali dalam post-post berikutnya aku juga akan menceritakan hal-hal yang belum sempat aku bagikan di tahun lalu. Semoga kalian tetap setia mendengarkan kisahku ya! Terima kasih banyak semuanya atas dukungan kalian hingga saat ini! 😊 /CS

Perjalanan Sebuah Tesis: Keping Kedua

Sudah selesai ujian Tesis bukan berarti sudah selesai. Berikut yang masih harus dikerjakan: 1. Kerjakan revisi sesuai saran para penguji. Untuk memudahkan pengerjaan ini, dosbing saya menyarankan untuk membuat tabel saran per penguji. Kerjakan semua sesegera mungkin krn perjalanan masih panjang. Jangan kasih kendor semangatmu 😊. 2. Setelah selesai revisi, silahkan kembali berburu tandatangan dari 4 penguji. 3. Urus bebas perpustakaan pascasarjana, turnitin, dan bebas publikasi. Tiga hal ini tidak harus berurutan,bebas mana saja yang mau dikerjakan dulu. Untuk bebas pustaka pasca dan turnitin, akan diminta untuk menunjukkan bukti lembar pengesahan tesis. Untuk publikasi ada 6 (+1) syarat yg harus disiapkan. Maka, saya akan jelaskan satu persatu: a. Bebas pustaka pasca, syarat: - soft file abstrak tesis berbahasa Indonesia - soft file abstrak tesis berbahasa Inggris -KTM -tunjukkan lembar pengesahan tesis Dari sini kita akan diberikan selembar surat bebas pustaka. ...

Perjalanan sebuah Tesis: Keping Pertama

Catatan ini sengaja saya buat dan saya dedikasikan untuk seluruh mahasiswa pascasarjana, khususnya UNY yang sedang menyelesaikan penulisan tesis. Informasi yang saya tulis ini, mungkin saja pernah ditulis oleh orang lain. Tapi saya menulis ini langkah demi langkah yang saya lakukan dalam proses penyelesaian tesis menuju ujian. Yang saya tahu, ketika saya melakukan ini, betul-betul saya harua mencari, dan kadang harus bolak-balik. Sungguh melelahkan. Semoga tulisan ini dapat membantu dan memudahkan dalam melakukan hal serupa menuju ujian tesis. Tidak semua orang dapat dengan mudah menjelaskan informasi yang sebetulnya mereka sudah pernah lakukan. Meskipun mereka tahu bahwa informasi tersebut sangat berguna bagi yang lain. Mungkin mereka enggan....atau...bahkan sudah lupa dengan apa yang sudah dilakukan karena begitu banyak yang harus dikerjakan. Tidak ada ruginya unuk berbagi tapi kalau sudah lupa, apa yang harus dibagi.... Ambil contoh saja tentang apa yang harus dikerjakan d...